Ini 3 Kontroversi Uber di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Ketahui

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

Oct 29, 2015

Sahabat Telunjuk, perkembangan sistem transportasi di Indonesia semakin menunjukkan jika kita semakin siap dengan digitalisasi secara keseluruhan. Mulai dari jasa antar ojek online, delivery online, hingga layanan taksi. Kamu tidak perlu lagi menunggu di pinggir jalan sembari melambaikan tangan mencari taksi. Terdapat aplikasi seperti GrabTaxi dan Uber dimana kamu bisa memesan taksi dari smartphone. Layanan Uber yang kini sudah bisa dirasakan oleh penduduk Jakarta cukup menuai kontroversi. Beberapa waktu lalu, Ahok selaku Gubernur Jakarta mengatakan jika layanan asal San Fran tersebut tidak memiliki izin operasional. Tahukah kamu jika kontroversi Uber bukan hanya terjadi di Indonesia lho. Dilansir dari voaindonesia, kami merangkum 3 kontroversi Uber di 3 negara seperti di bawah ini.

1. Amerika Serikat

Salah satu kontroversi dahsyat mengenai Uber terjadi di Amerika Serikat, negara asal si taksi. Pada April lalu, terdapat seorang pengemudi Uber berizin melepaskan tembakan ke arah seorang pria yang baru saja menembak sekelompok pejalan kaki di suatu kawasan di Chicago. Bukti pengadilan membeberkan jika pria tersebut menembak para pejalan kaki tepat di depan kendaraan si pengemudi. Sontak si super Uber tersebut melesakkan pelurunya. Setelahnya di bulan Juni, Uber melarang pengemudi dan penumpang membawa senjata api demi keselamatan dan kenyamanan.

2. India

Kontroversi yang terjadi di India bahkan tidak bersifat main-main. Seorang pejabat tinggi pemerintahan di indonesia telah mengajukan permintaan untuk memberhentikan Uber di seluruh India setelah terdapat salah seorang pengemudinya yang dituduh memperkosa seorang penumpang perempuan.

3. Cina

Pada Januari tahun ini, pemerintah Cina dengan tegas melarang pengemudi Uber menawarkan layanan mereka melalui aplikasi Uber. Polisi menyantroni kantor Uber di Guangzhou dan menyita ribuan iPhone serta peralatan lainnya yang digunakan untuk menjalankan bisnis. Komisi transportasi di Guangzhou berpendapat jika Uber mengoperasikan layanan taksi ilegal dan tidak memiliki izin bisnis yang jelas dan layak.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru