Kita Tertipu Dengan 5 Fakta Sains Populer Selama Ini

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

Nov 12, 2015

Manusia membaca, berdiskusi, dan belajar banyak hal baru setiap harinya. Para ilmuwan, teoretikus, dan peneliti senantiasa menyuplai temuan baru mereka sebagai ilmu dan pengetahuan baru bagi masyarakat. Namun, tahukah kamu terdapat banyak fakta sains populer yang ternyata salah dimengerti atau keliru selama ini? Nah, yuk cek lima fakta sains populer berikut sebagaimana mestinya.

1. Everest adalah gunung tertinggi di dunia

Ya, Gunung Everest merupakan sebuah gunung besar di dunia, namun apakah merupakan gunung tertinggi di dunia? Faktanya, bukan. Ketinggian gunung diukur dari seberapa tinggi gunung tersebut dari permukaan. Teknisnya, Everest adalah gunung tertinggi jika diukur dari dasar hingga poin tertinggi gunung yang diukur dari permukaan laut. Namun, gunung Mauna Kea adalah gunung tertinggi ketika diukur secara keseluruhan dengan ketinggian dari dalam laut, Mauna Kea (Hawai) mencapai ketinggian 10.200 meter. Diikuti dengan Everest dengan 8.848 meter tingginya.

2. Lidah mempunyai bagian tertentu untuk mendeteksi rasa berbeda

Banyak dari kita diedukasi dan percaya jika lidah dibagi menjadi emapt bagian dan tiap bagiannya mempunyai kemampuan untuk mendeteksi satu rasa. Pada ujung lidah adalah dimana kamu merasakan rasa manis, pinggir kanan dan kiri untuk mendeteksi rasa asin, bagian terdalam dekat tenggorokan peka terhadap rasa pahit, dan bagian tengah lidah untuk merasakan rasa asam. Pengetahuan ini sudah diajarkan sejak kita menginjak bangku Sekolah Dasar. Namun, belakangan ini, penelitian mengatakan jika kita bisa merasakan berbagai macam rasa sekaligus pada setiap bagian lidah. Ditambah lagi satu rasa baru yang mungkin belum terlalu dikenal, yaitu umami. Dilansir dari howstuffworks, umami dideklarasikan oleh Chef Auguste Escoffier dari Perancis sebagai rasa kelima yang merupakan kombinasi dari seluruh rasa yang ada.

3. Darah yang kurang oksigen berwarna biru

Kamu pasti sudah sering mendengar fakta jika darah yang beku atau kurang oksigen berubah warna dari merah darah ke biru. Hal ini lantas sering dikaitkan dengan warna pembuluh nadi kita yang berwarna biru. Well, warna darahmu tidak akan pernah berubah biru, bahkan "berdarah biru" pun tidak pernah berdarah biru. Perhatikan setiap kali ada donor darah, darah tersebut diambil lalu disimpan dalam lemari pendingin agar tetap segar. Namun, darah tersebut tidak berbubah biru. Warna biru pada nadi juga tidak merepresentasikan warna dari cairan di dalamnya. Hal ini semata-mata karena trik cahaya.

4. Bunglon berganti warna kulit untuk menyatu dengan sekelilingnya

Ya, bunglon merupakan salah satu fauna paling keren yang pernah ada. Kemampuan mereka mengubah warna kulit untuk melindungi diri dari serangan mangsa mengundang kagum bagi para biologis. Satu hal yang pasti, bunglon melalukan kamuflase dengan mengubah warna kulit bukan untuk menyatu dengan sekeliling. Namun, semata-semata suatu cara untuk berkomunikasi dan dipengaruhi oleh kondisi fisik, psikologis, dan perubahan emosi.

5. Manusia mempunyai 5 panca indera

Kita mendengar musik, melihat jalanan pagi, menyentuh barang di sekitar kita, mencium bau tidak sedap serta mengecap rasa asin. Tetapi, satu hal yang kamu tidak ketahui atau sadari selama ini. Manusia mempunyai kemampuan untuk merasakan rasa sakit atau dinamakan 'Nosisepsi'. Selain itu, manusia juga dilengkapi kemampuan 'Propriosepsi', dimana memungkinkan kamu menghubungkan dua bagian tubuhmu tanpa konfirmasi penglihatan. Maka, manusia bukan hanya terlahir dengan lima indera yang selama ini dikenal, namun masih banyak lagi indera lainnya yang mungkin belum familiar namun sering membantu kita sehari-hari.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru