8 Makanan Khas Imlek yang Kaya Akan Budaya dan Bisa Bikin Kamu Hoki

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

Jan 20, 2017

Perayaan pergantian Tahun Baru Cina, atau dikenal juga sebagai Imlek, Sin Cia, dan Chinese New Year (Bahasa Inggris), akan tiba pada Sabtu, 28 Februari 2017. Menjelang Imlek, warga Tionghoa serta keturunannya di Indonesia pun dengan ceria mempersiapkan seluruh ritual dan tradisi Imlek demi menyambut tahun baru dan keberuntungan. Mulai dari membeli baju Cheongsam baru, berkumpul dan silaturahmi bersama keluarga, menyiapkan angpao, dan pasti membeli bahan makanan untuk sajian khas Imlek yang konon sudah dipercaya secara turun menurun bisa membawa hoki bagi penyantapnya. Nah, di artikel ini, kami ingin kamu paham 8 makanan khas Imlek yang bukan cuma lezat rasanya tapi memiliki makna yang mengakar pula. Telunjuk.com melansir dan merangkum beberapa makanan khas Imlek dan maknanya yang bisa kamu baca di bawah ini (dari berbagai sumber):

1. Manisan Segi Delapan (Tray of Togetherness)

Buat kamu yang kurang familiar dengan makanan-makanan khas Imlek, mungkin bertanya-tanya "Ada apa sih dengan angka 8 dan manisan?" Well, kalau kamu pernah dengar, angka 8 memiliki arti keberuntungan dan hoki. Sama halnya dalam budaya dan kepercayaan mengakar warga Tionghoa. Angka 8 dipercaya bisa membawa keberuntungan berlimpah. Nah, ada 8 macam manisan yang disajikan dalam Tray of Togetherness atau Prosperity Box atau dikenal juga sebagai Kotak Kemakmuran. Kotak bersegi delapan tersebut berisikan makanan yang masing-masing mewakili makna positif tersendiri. Di antaranya ada jeruk kumkuat yang dipercaya membawa kemakmuran dan emas, lalu ada manisan leci untuk menguatkan ikatan (bond) keluarga, kacang tanah biar panjang umur, manisan semangka merah agar selalu dinaungi kebahagiaan dan kejujuran, manisan kelapa kering agar terus mempererat persahabatan, manisan kelengkeng supaya banyak rezeki dan banyak anak, manisan melon untuk terus sehat, serta biji teratai yang melambangkan kesuburan.

2. Kue Keranjang

Bisa diprediksikan kalau kamu pernah mengkonsumsi kue keranjang sebelumnya. Yep, kue keranjang yang terbuat dari bahan dasar tepung ketan dan gula merah ini memiliki tekstur kenyal, cukup padat, lengket dan berasa manis. "Nian" sendiri berarti tahun, dan "Gao" adalah kue atau tinggi. Berlandaskan arti harfiah tersebut, nggak heran dong kalau kue kerangjang selalu disusun bertumpuk tinggi atau bertingkat dan semakin mengecil di bagian atasnya. Camilan satu ini memiliki makna sebagai sebuah harapan persatuan untuk memperkuat ikatan (bond) keluarga. Konon, tekturnya yang lengket disengaja untuk melambangkan kelengketan setiap anggota keluarga dan sanak saudara agar makin kuat. Tingkatan dalam penyusunan kue ini berarti juga membawa kemakmuran.

3. Jeruk Mandarin

Setiap jalan ke mall, supermarket, dan hypermarket, kue keranjang dan jeruk seakan menjadi primadona di etalase mereka. Yep, "the dynamic duo" ini nggak bisa terpisahkan sebagai sajian khas dan wajib dalam menu Imlek. Ngomong-ngomong soal jeruk, jeruk yang disajikan adalah jeruk mandarin yang masih memiliki daun pada tangkainya. Hal ini kembali lagi kepada kepercayaan warga Tionghoa jika daun pada tangkai melambangkan kehidupan dan kesejahteraan. Sedangkan, buah jeruk yang rasanya manis dan berkulit warna kuning ke orens menandakan emas, kekayaan, dan kemakmuran. Jadi, jeruk yang masih ada daun di tangkainya melambangkan kekayaan dan kemakmuran kehidupan yang terus tumbuh.

4. Teh Telur

Eits, jangan sampe keliru, teh telur bukan berwujud teh rasa telur, tapi berbentuk telur rebus. Kalau biasanya telur diolah dengan cara digoreng, dipanggang, dan direbus. Teh telur diolah dengan cara direbus, direbus di rebusan air teh yang biasanya kamu minum di pagi hari. Cara pembuatannya juga cukup mudah, lho. Kamu cuma perlu merebus telur di air bisa dulu sampe setengah mateng. Jika sudah, kamu tinggal menambahkan daun teh ke dalam air rebusan telur dan memasaknya hingga benar-benar matang. Saat merebus telur dengan teh, juga sering ditambahkan bahan beraroma seperti kayu manis, jeruk, adas, dan kecap untuk memberikan rasa dan warna unik pada telur tersebut. Dalam tradisi Imlek, sajian ini melambangkan kesuburan yang dipercaya bisa membantu kesejahteraan dalam menyambut tahun baru.

5. Jiaozi

Terkenal sebagai "gyoza" dalam Bahasa Jepang, "dumplings" dalam Bahasa Inggris, "mandu" dalam Bahasa Korea, dan "jiaozi" pada Bahasa Mandarin-nya. Jiaozi khas Imlek merupakan pangsit yang berisikan daging babi, sayuran, dan udang cincang yang bentuknya menyerupai uang cina zaman dahulu kala. Jiaozi, menurut kultur, menjadi simbol kelimpahan rezeki dan kebersamaan, karena disantap bersama-sama anggota keluarga.

6. Daging Ayam, Ikan, dan Babi

Atau "The Trio". Ketiga jenis daging ini merupakan salah satu sajian khas Imlek yang paling ditunggu-tunggu anggota keluarga. Selain rasanya yang enak dan bisa disajikan dengan bumbu masakan kesukaan. Ayam, ikan, dan babi memiliki makna tersendiri agar penyantapnya bebas dari sifat-sifat buruk ketiga hewan tadi. Secara tradisi, babi dianggap memiliki sifat pemalas, ayam adalah hewan yang serakah, sedangkan ikan memiliki dua sifat buruk tersebut. Proses penyantapan menjadi momen yang ditunggu-tunggu, dan kamu tidak boleh membalik ikan saat penyantapan serta masakan ikan dan ayam tersebut harus disajikan secara utuh. Kenapa harus utuh? Karena menyimbolkan keutuhan dan kemakmuran.

7. Siu Mie

Dikenal juga sebagai mie panjang umur. Secara tradisi, mie panjang melambangkan umur panjang. Nah, Siu Mie yang bertekstur kenyal, berbentuk panjang, dan berasa gurih sengaja disajikan tanpa putus. Sajian Siu Mie ada sebagai harapan untuk panjang umur, selalu bahagia, dan banyak rezeki. Amin.

8. Yee Sang

Selanjutnya ada Yee Sang (atau Yusheng). Makanan khas Imlek ini berupa salad ikan segar (bisa tuna dan salmon) yang disajikan bersama irisan sayuran seperti lobak, capsicum, dan wortel yang banyak dikonsumsi oleh warga keturunan Tionghoa di Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Salad ini direndam dalam campuran minyak wijen, minyak goreng, dan merica yang disajikan dengan saos campuran minyak wijen, gula pasir, kayu manis, dan buah prem. Bukan cuma isinya aja yang komplit dan unik, cara penyantapan Yee Sang pun cukup menarik. Kamu harus mengaduk ikan, sayura, saos dengan mengangkatnya tinggi-tinggi di atas piring berame-rame bersama keluarga dan kerabat. Siapa yang bisa mengangkat campuran Yee Sang paling tinggi, dipercayai kalau keberuntungan akan selalu mendampingi orang tersebut sepanjang tahun.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru