5 Peran Terbaik Didi Petet

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

May 15, 2015

Mengenang meninggalnya aktor kawakan Didi Petet, artikel Lulu kali ini akan membahas sesuatu yang lain. Sebagai salah satu aktor terbaik yang dimiliki Indonesia, Didi Petet jelas memiliki CV berperan di film yang cukup panjang, apalagi almarhum sudah berkarir sejak tahun 1985. Setiap karakter film tersebut menjadi hidup karena kecerdasan Didi dalam berakting, dan kita mudah mengenalinya sebagai peran yang akan selalu dikenang. Berikut ada lima peran terbaik Didi Petet, lengkap dengan apa saja yang identik dengan karakter-karakter tersebut.

1. Emon - Catatan Si Boy (1987)

Peran paling legendaris Didi Petet yang paling identik olehnya, dan dia perankan sampai lime kali. Filmnya juga menaikkan popularitas semua pemerannya, diantaranya Onky Alexander, Meriam Bellina, dan Btari Karlinda. Yang orang tidak banyak tahu, adalah bahwa Didi memerankan karakter terbaiknya ini masih di awal karir filmnya. Emon identik dengan dandanan necis dan kemeja warna-warninya.

2. Kabayan - Si Kabayan Saba Kota (1989)

Karakter jenaka asal Pasundan ini sudah ada dalam cerita-cerita tradisional sejak tahun 1950an. Versi filmnya di akhir 1980an diperankan oleh Didi dengan gemilang, meskipun dia sendiri orang Surabaya. Saking meyakinkan perannya, Didi memerankan Kabayan di total lima film. Kabayan memang identik dengan pakaian ‘orang kampung’, tetapi di film pertama karena plotnya Kabayan datang ke kota, dia menenteng tas pakaian besar kemana-mana.

3. Oom Pasikom - Oom Pasikom (1990)

Si gundul yang diadaptasi dari karikatur koran Kompas ini selalu menyampaikan pesan dan sindiran sosial. Didi Petet yang sedang di puncak karirnya didapuk memerankan karakter yang identik dengan topi dan jasnya itu, dan beradu akting dengan legenda perfilman Lenny Marlina sebagai istrinya.

4. Bobby - Cinta Anak Jaman (1988)

Perannya mungkin masih serupa dengan karakter Emon. Bobby adalah sahabat sang karakter utama yang sedng mengalami konflik percintaan khas remaja. Bedanya Bobby tidak ‘kemayu’ seperti Emon. Dan yang paling membuat peran ini memorable adalah Didi memenangkan Piala Citra atas hasil karyanya disini. Bobby dan teman-temannya digambarkan sebagai anak-anak kelas menengah yang penuh gaya, termasuk kacamata hitam trendinya.

5. Suwito - Pasir Berbisik (2001)

Dibandingkan empat peran di atas, yang satu ini sangat jauh di luar zona nyaman Didi dalam dunia peran. Karakter Suwito, tengkulak berjaket dan ikat kepala tradisional ini adalah seorang antagonis yang berdarah dingin, dan berhasil dia bawakan dengan sukses. Meskipun tidak memenangkan penghargaan apapun, tetapi Didi sendiri mengakui ini adalah salah satu peran kebangaannya.

Lulu akan menutup artikel ini dengan satu kutipan dari almarhum Didi Petet, sendiri. "Saya akan terus berakting, meski sudah tidak terpakai lagi di film."

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru