Sudah Menerapkan Pola Hidup Sehat Tetapi Badan Tetap Gendutan? Cari Tahu Penyebabnya

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

Nov 23, 2015

Manusia, perempuan pada khususnya, memberikan perhatian lebih pada penampilan mereka. Ladies, berbicara tentang penampilan sangat sukar dipisahkan dengan masalah berat badan bukan? Beragam upaya menurunkan berat badan mulai dari menyusun jadwal olahraga, mengurasi porsi makan, hingga mengkonsumsi obat-obatan herbal, dilakukan demi mendapatkan berat badan yang diinginkan. Namun tahukah kamu jika terdapat banyak faktor yang sebenarnya tidak dikontrol oleh tubuh kita secara tidak sadar? Faktor-faktor tersebut menjadi penyebab mengapa kamu yang sudah menerapkan pola hidup sehat masih juga gendutan. Dilansir dari prevention, faktor tersebut bisa jadi bersifat hormonal, efek pengobatan terdahulu, dan lainnya. Lalu apa saja ketujuh faktor tersebut?

1. Stress dan depresi

American Journal of Public Health menyatakan jika orang yang sering merasa kesedihan dan kesepian adalah mereka yang cenderung lebih cepat menggemuk dibandingkan mereka yang stress atau sedih oleh sebab lainnya. Hal ini dikaitkan dengan kondisi dimana saat merasa sedih dan merasa sepi, manusia cenderung mencari makanan yang bisa mengembalikan mood cerianya atau malah memilih untuk tidak beraktivitas namun tidur seharian dan berdiam diri di kamar. Well, bagi yang selama ini sendiri, kurang-kurangin ya! *wink*

2. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu

Ladies, terdapat daftar obat-obatan yang bisa malah memicu naiknya berat badan. Ladies, ayo catat daftar obat-obatan yang malah buat kamu tambah gendut berikut ya: pil kontrasepsi, terapi hormon, steroid, obat treatment untuk penyakit jantung dan tekanan darah, obat epilepsi, tamoxifen, dan obat untuk penyakit migraine. Nah ladies, jika memungkinkan lakukan konsultasi dengan doktermu jika ada treatment alternatif yang bisa diimplementasi ya.

3. Sistem metabolisme yang lamban

Isu-isu pencernaan seperti frekuensi buang air besar, mempunyai implikasi pada mengapa tubuhmu tetap gendutan. Menurut para dokter, idealnya setelah makan, kurang lebih sejam setelahnya, pencernaanmu mulai menunjukkan gejala ingin buang air besar. Menurut standar, setidaknya kamu melakukannya sekali sehari. Namun jika tidak, maka bisa jadi kamu dehidrasi, kekurangan serat, dan terpengaruh oleh obat-obatan tertentu.

4. Kekurangan nutrisi tertentu

Pastikan setiap harinya kamu tidak kekurangan nutrisi seperti magnesium, zat besi, dan vitamin D. Kekurang nutrisi-nutrisi tersebut akan menyerang sistem imun dan pencernaan yang ujungnya berdampak pada metabolisme. Dengan begitu, malah susah bagi tubuhmu untuk beradaptasi dengan pola hidup sehat yang kamu rencanakan. Ketika kekurangan energi, kamu bisa menyiasatinya dengan kafein, makanan manis, dan cemilan berkarbohidrat ringan.

5. Kamu mulai menua

Kondisi ini memang berada di luar kontrol kita, ketika menginjak usia tua seperti 40 dan 50 tahun, metabolisme manusia memang melamban sehingga tidak bisa lagi membakar banyak kalori sebanyak waktu berumur 20 tahun. Untuk itu, bagi yang sudah berumur (ehmm), ada baiknya mengkonsumsi lebih banyak protein dan menghindari makanan dengan kadar karbohidrat tinggi.

6. Masalah pada kakimu

Banyak permasalahan yang berhubungan dengan otot, seperti plantar fasciitis. Plantar fasciitis adalah masalah kaki yang biasanya diketahui menimbulkan nyeri pada tumit. Dengan tumit yang sakit, otomatis membatasi aktivitas sehari-hari dong? That's why. (Kalo memang pada dasarnya males, gimana dong?)

7. Kamu memiliki sindrom cushing

Sindrom ini disebabkan oleh berbagai hal seperti obesitas, hipertensi, diabetes mellitus, dan berlebihnya serum hormon kortisol. Gejala yang ditimbulkan seperti tingginya tekanan darah, osteoporosis, perubahan kualitas dan warna kulit, seperti stretch mark berwarna silver atau ungu pada pipi dan perut. Nah, ada baiknya kamu segera memeriksakan kondisimu ke dokter untuk mengetahui kadar kortisol dan pengobatan terbaik untukmu.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru