Empat Kesalahan Terbesar Saat Wawancara yang Harus Dihindari

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

Nov 25, 2015

Memang sukar dipungkiri jika cara terbaik dan terampuh mendapatkan pekerjaan baru ya melamar dan mencari kesempatan baru di banyak sumber. Mulai dari bertanya kepada kolega di perusahaan lain, lewat job portal untuk mengakses banyak lowongan kerja terbaru.Nah, ketika Anda sudah berhasil lolos seleksi dokumen, perasaan campur aduk mulai dari senang, deg-degan, dan penasaran mulai menghantui. Bagaimana dengan seleksi wawancara nanti? Mulai muncul banyak persepsi, hal ini dan hal itu bisa terjadi. Stop. Mulailah menyiapkan diri Anda. Dalam kesempatan ini, setidaknya ada empat hal yang harus Anda hindari dalam wawancara pekerjaan.

1. Tidak mengerti dasar dari perusahaan yang dilamar

Kesalahan pertama, tidak mengerti dasar atau core dari perusahaan Anda bekerja sekarang. Seringkali pewawancara akan bertanya "Bergerak di bidang apa perusahaan Anda bekerja sekarang?". Ketika Anda bisa menjelaskan secara detil dan komprehensif, it's job well done. Namun, jika seketika Anda tersendat dan terbata-bata dalam menyampaikan bahkan tidak bisa memberikan jawaban. Well....

2. Menyombongkan diri tanpa dipersilahkan

Lanjut ke kesalahan kedua, menyombongkan diri tanpa ditanya. Pernahkan Anda keasyikan cerita mengenai diri Anda dan prestasi apa saja yang sudah Anda lukiskan di perusahaan sebelumnya tanpa menyadari jika sebenarnya bukan itu substansi dari pertanyaan sang pewawancara? Ceritakan pengalaman dan keahlian Anda di waktu tepat, itu lebih baik.

3. Terdiam

Ketiga, menjawab pertanyaan lalu diam. Sayapun mengakui jika kadang terdapat pertanyaan yang membuat saya terdiam. Bisa karena memang tidak mengerti apa yang pewawancara maksud, atau karena tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ambil contoh "Ceritakan diri Anda di masa 10 tahun mendatang". Jleb. Jangan terdiam, namun ambil nafas sejenak, beri diri Anda waktu untuk merangkai dan memproses jawaban tersebut.

4. Terlalu ingin dipuji

Nah yang keempat, terlalu ingin dipuji. Bukan kewajiban sang pewawancara untuk memuji Anda atas apa yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Ia tidak mempunyai obligasi untuk mengatakan jika prestasi Anda begitu membanggakan. Ceritakan torehan prestasi sebagai bekal keahlian dan tanggung jawab selama ini. Bukan untuk mengharapkan pujian dan dipandang Anda sangat pantas untuk diterima. Keep it low profile!

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru