5 Tips Membeli Tas Branded yang Secondhand

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

Feb 16, 2016

Seperti para lelaki yang menyukai sports car, para wanita menaruh hatinya pada tas branded para designer terkenal. Sayangnya, hanya segelintir wanita saja yang bisa menikmati keanggunan tas branded. Nah, satu cara terbaik untuk tetap bisa mempunyai tas branded tapi tetap hemat adalah item secondhandnya. Well, dilemma ketika membeli tas secondhand adalah minimnya informasi. Untuk itu, Lulu merangkum 5 tips yang bisa membantu kamu, penikmat tas branded, untuk mengevaluasi tas para designer yang statusnya secondhand.

1. Ketahui merek-merek populer

Ketika siapa saja bisa mendesain tasnya sendiri, para designer tersohor terkenal dengan charm dan ciri khas desain masing-masing. Tas-tas tersebut made by hand dan melewati seperangkat tes untuk memaintain kualitasnya. Biasanya diproduksi dalam jumlah yang terbatas (limited quanitities) untuk mendongkrak daya jual dan penawaran. Beberapa merek populer meliputi Chanel, Prada, Louis Vuitton, Gucci, Michael Kors, Burberry, Fendi, Coach, Hermes, Christian Dior, Dolce & Gabbana, YSL, Balenciaga, Marc Jacobs, dan sederetan lainnya.

2. Pelajari tipe-tipe tas

Sebelum membeli tas secondhand dari tas branded, yang notabene juga masih dihargai tinggi. Sebaiknya kamu mengerti dulu gaya-gaya yang ada seperti messenger bag, satchel, hobo, shoulder bag, tote, hingga clutch. Cara cepatnya adalah tinggal google masing-masing model tas dan pilih satu model sesuai kebutuhan.

3. Evaluasi model yang akan dibeli

Mengingat hampir seluruh wanita ingin mempunyai satu tas designer, banyak produk kw atau copy yang dijual secara online. Mereka yang tidak hati-hati dalam membeli tas branded, seringkali tertipu dan membeli tas palsu. Dalam mengevaluasi tas, pastikan kamu mengecek brand terlebih dahulu. Setelah familiar dengan brandnya, lihat secara hati-hati model yang ditawarkan. Cari tahu tipe kulit atau bahan apa yang digunakan oleh brand, perangkat keras yang menyertai seperti silver, brass hingga nickel. Cari tahu kode serial di dalam tas, dan diproduksi dalam warna apa saja tas tersebut. Jika kamu membeli secara online, selalu minta gambar high quality dan high definition dari tas berupa real picture bukan hasil colongan dari google. Real picture harus berasal dari berbagai angle mulai dari kode serial, perangkat keras, zipper dan lainnya. Ingat juga jika tas asli selalu dibranding tanpa TYPO.

4. Pahami pergerakan harga

Tips selanjutnya adalah mengetahui harga pasaran dari tas original yang firsthand. Pelajari juga strategi pemasaran brand-brand tertentu dan nilai apa yang ditekankan oleh brand tersebut terkait dengan pergerakan harga tas baru dan secondhand. Seperti brand Louis Vuitton yang cenderung mempertahankan nilai pada tas lebih lama sehingga tidak mempengaruhi harga jual kembali yang jatuh. Beda cerita dengan Coach yang lebih menekankan pada daya jual sehingga memproduksi tas baru lebih sering dengan harga jual kembali yang cenderung merosot.

5. Get the bag authenticated

Lakukan permintaan "authetication" untuk memperkuat bukti jika tas yang dijual kembali memang item orisinil. Authentication bisa dilakukan dari akun penjual maupun pembeli pada situs resmi brand tas. Namun jika penjual menolak proses ini dengan alasan kurang masuk akal, sebaiknya kamu tidak melanjutnya proses negosiasi untuk menghindari fraud.

Sahabat Telunjuk, pastikan kamu melakukan kelima langkah di atas sebelum membeli tas branded yang seconhand. Sebarkan juga tips-tips di atas kepada para penikmat tas branded dan dapatkan tips seputar belanja online lainnya dengan klik tombol di bawah ini.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru