5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membeli Sneakers Baru

Oleh Nabilla Aidid @arsenails

May 18, 2016

Sahabat Telunjuk, memilih sepasang sneakers baru bukanlah kesulitas level rocket-science. Ada sepasang jenis dan merek untuk setiap kegiatan yang kamu lakukan. Mulai dari belari 5K, pergi jalan-jalan, atau untuk tampil kasual ke kantor. Selain kenyamanan dan kualitas, kebanyakan dari kita ingin sepatu yang dibeli terlihat bagus pada kaki. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah meriset. Merangkum dari goodhousekeeping, terdapat 5 kesalahan yang harus dihindari untuk mendapatkan sneakers sempurna.

1. Membeli ukuran dan style yang tidak cocok

Menurut Dr. Lowell Weil Jr., selaku D.P.M. dan Presiden Weil Foot & Ankle Institute (Chicago), satu kesalahan umum yang paling sering terjadi adalah membiarkan orang lain memilih sepasang baru untuk kamu. Sedangkan hal terpenting yang harus dilakukan adalah mencoba, berjalan di sekitar toko, dan terus mencoba sepatu-sepatu baru hingga kamu menemukan yang benar-benar nyaman di kaki. Kesalahan selanjutnya? Kecenderungan memilih sepatu yang terlalu ketat atau sempit pada kaki ketika dicoba dan berharap jika sepatu tersebut lama-kelamaan akan lebih longgar seiring berjalannya waktu dan penggunaan. Weil berpendapat jika hal ini seringkali tidak selalu berhasil, maka akan lebih baik lagi jika kamu memilih sepatu yang pas & nyaman, tidak kesempitan dan tidak kelonggaran.

2. Tidak mempertimbangkan aktivitas yang kamu akan lakukan

Running Footwear Business Unit Manager dari Mizuno, Doug Smiley mengungkapkan kalo apapun aktivitas yang kamu lakukan, ada sepasang sepatu yang cocok untuk kamu. Bagi kamu yang senang berolahraga, diharapkan bisa mempertimbangkan dari sudut pandang pencegahan cedera, kamu perlu memberikan perhatian lebih pada kenyamanan dan kekuatan sneakers yang akan dibeli. Kebanyakan orang cenderung melupakan concern dasar yaitu: sol sepatu. Ketika kamu membeli everyday-sneakers untuk jalan atau sekedar hangout, namun kamu malah menggunakannya untuk berolahraga lari. Sol sepatu akan haus dan menjadi tidak nyaman lebih cepat daripada kamu menggunakannya sesuai dengan fungsi asli sepatu.

3. Tidak berkonsultasi pada Sales/Konsultan sepatu

Weil menjabarkan lima hal kunci yang harus kamu pahami sebelum memutuskan membeli sepatu, yaitu (1) jenis-jenis sepatu yang kamu sudah miliki; (2) fisik kaki yang cenderung melebar atau memanjang; (3) masalah kaki yang sering diderita seperti lecet, kapalan, hingga kulit kaki pecah-pecah; (4) apakah kaki kamu sering lecet; (5) cedera kaki, lutut, dan pinggang yang pernah diderita. Dengan memahami kelima hal kunci tersebut, kamu bisa menyaring sepatu lebih pintar dan mengidentifikasi jenis mana yang cocok.

4. Kerap gonta-ganti merek

Kalo kamu sudah menemukan satu merek sepatu yang benar-benar buat kaki nyaman dan cocok, tetaplah membeli sepatu dari merek tersebut. Mengapa? Well, kebanyakan perusahaan membuat produk mereka secara konsisten, dan biasanya kamu bisa mengandalkan merek tersebut untuk terus memproduksi tipe-tipe baru yang nyaman untuk kaki kamu.

5. Jarang mengganti sepatu

Setiap orang pasti memiliki preferensi berbeda perihal kapan harus mengganti sepatu lama ke yang baru. However, kamu bisa coba mengikuti aturan yang diterapkan oleh pelari dan penikmat sneakers yaitu mengganti sepatu setelah digunakan sejauh 400miles. Selanjutnya, kamu juga perlu melihat sol luar dan heels pada sneakers apakah masih kuat atau sudah worn down. Dan jika kamu mulai merasa pegal pada kaki, pinggang, dan pinggul, itu artinya sneakers kamu tidak memberikan dukungan yang baik lagi.

Sudah meriset dan memahami seluruh kesalahan di atas? Yuk beli sepasang dua pasang sneakers baru dengan klik tombol di bawah ini.

Artikel Terkait

Artikel Populer

Artikel Terbaru