LIVE Fit & Fab

Mengenal Makanan Khas Imlek yang Bikin Hoki

Valerie Joan @Valejoan

Jan 30, 2019

article_image

Perayaan tahun baru Imlek 2019 tinggal menghitung hari. Di pusat-pusat perbelanjaan pasti sudah ramai dengan dekorasi warna merah, sale, angpao, sampai barongsai yang berjalan-jalan keliling mall. Mendekati imlek, banyak pula kuliner khas yang dijual seperti kue keranjang, ikan bandeng, pangsit, mie, dan lain-lain.

 

Hidangan-hidangan special Imlek ini tidak boleh ketinggalan untuk disantap bersama keluarga. Masing-masing juga memiliki arti tersendiri lho! Simak 5 makanan khas Imlek lengkap dengan arti dibaliknya!

 

1. Kue Keranjang

Nian Gao

Image source: flickr

Kue Keranjang adalah salah satu makanan khas Tionghoa yang paling populer dikonsumsi saat Imlek, walaupun sebenarnya bisa dikonsumsi sepanjang tahun. Rasanya manis dengan tekstur seperti dodol. Dalam bahasa aslinya, kue keranjang disebut Nian Gao. Nian berarti lengket, sedangkan Gao berarti kue. Makan kue keranjang pada saat Imlek dipercaya membawa keberuntungan, karena dalam bahasa Cina, kata Nian memiliki bunyi yang sama dengan ‘tahun’, sedangkan Gao juga memiliki kesamaan bunyi dengan ‘tinggi’. Oleh karena itu, makan kue keranjang sama seperti mendoakan seseorang supaya lebih tinggi posisinya di tahun yang baru. Selain itu, bentuknya yang bulat juga bermakna keluarga yang merayakan imlek dapat terus hidup rukun dan bersatu.

 

2. Ikan

Ikan

Image source: grid.id

 

Tradisi makan ikan pada masyarakat Tionghoa saat Imlek melambangkan kemakmuran, karena dalam bahasa Mandarin, ikan (Yú) memiliki bunyi yang identik dengan ‘lebih’ atau ‘surplus’. Orang Tionghoa percaya kalau di akhir tahun mereka memiliki tabungan, mereka bisa mendapatkan yang lebih lagi di tahun mendatang. Dilansir dari kompas.com, tradisi makan ikan ketika Imlek ternyata hanya terdapat di masyarakat Tionghoa Selatan. Sedangkan di Indonesia, ikan yang biasa dikonsumsi adalah Bandeng atau Lele yang dikukus secara utuh. Cara mengonsumsinya juga nggak sembarangan lho! Posisi kepala ikan harus menghadap ke anggota keluarga yang paling tua atau tamu sebagai bentuk penghormatan, makan ikannya harus mulai dari bagian dekat kepala hingga ke dekat ekor. Bagian kepala dan ekor juga tidak boleh dihabiskan, karena bermakna rejeki yang melimpah di awal dan akhir tahun

 

 

3. Jiaozi

Jiaozi dumpling

Image source: cool mom picks

Jiaozi atau pangsit merupakan makanan tradisional Tionghoa yang memiliki makna dalam, bahkan mulai dari proses pembuatannya. Semakin banyak pangsit yang dibuat atau disantap pada perayaan Imlek, maka semakin banyak juga kekayaan dan keberuntungan yang didapat. Pada perayaan Imlek, umumnya pangsit yang dikonsumsi berbentuk setengah lingkaran, mirip seperti pastel. Isian yang populer adalah daging cincang, udang, sayur, atau ayam dengan adonan luar tipis yang terbuat dari tepung.

 

Proses pembuatan pangsit terbilang mudah, kamupun bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah ditemui!

 

 

4. Jeruk Mandarin

Mandarin Orange

Image source: expat living singapore

Jeruk adalah salah satu makanan penting pada saat perayaan Imlek. Buah ini memiliki makna kekayaan atau kemakmuran, karena bentuknya yang bulat utuh dan warnanya yang cerah diibaratkan sebagai bongkahan emas.

 

 

5. Mie Panjang Umur

Mie Panjang Umur

Image source: Nyew York Times Cooking

Mie adalah kuliner yang wajib hadir dalam perayaan Imlek dan ulang tahun. Melambangkan panjang umur dan rejeki yang terus menerus bagi yang memakannya, oleh karena itu memakan mienya juga harus diseruput hingga ujung, tidak boleh sampai terputus. Menggigit putus mie dianggap bisa memutus rejeki yang dilambangkan oleh mie itu sendiri.