Teknik Fotografi Simpel untuk Bikin Foto Keren Pakai Smartphone

Telunjuk.com App

Valerie Joan

Jan 17, 2020

42 Dilihat

Teknik Fotografi Simpel untuk Bikin Foto Keren Pakai Smartphone

Sebelum smartphone hadir, rasanya mengambil foto itu terasa ribet. Kalau mau mengeditnya, Anda harus punya software editing yang bagus di komputer, barulah Anda bisa mengedit foto sedemikian rupa hingga hasilnya benar-benar sesuai dengan yang diinginkan. Bahkan, Anda harus mencurahkan tenaga dan waktu sungguhan untuk mengedit foto tersebut. Namun, kini setelah kehadiran smartphone, yang mana fungsinya juga bisa untuk menginstal berbagai aplikasi termasuk editor foto, rasanya kegiatan fotografi Anda jadi jauh lebih mudah. Anda bahkan bisa menghasilkan jepretan foto yang apik hanya dengan menggunakan smartphone Samsung Galaxy Fold saja. Untuk mengeditnya pun tidak harus bersusah payah.

 

Perpaduan Teknik Fotografi, Kamera HP dan Editor Foto

Jadi, sekarang siapa saja bisa menjadi fotografer. Bukan berarti Anda langsung bisa jadi seorang fotografer profesional hanya dengan bermodalkan smartphone. Namun, setidaknya, Anda bisa menghasilkan foto yang terlihat bagus hasilnya seperti hasil jepretan profesional. Hal ini dapat Anda lakukan dengan memadukan teknik pengambilan foto yang baik, kualitas kamera hp yang mumpuni serta editing foto secara tepat. Maka dari itu, Anda bisa mulai kapan saja untuk belajar menggunakan kamera smartphone ini.

Sebenarnya, Anda tidak harus punya smartphone paling mahal dengan kameranya yang paling canggih. Namun, Anda tetap bisa menghasilkan foto yang bagus kalau tahu cara yang tepat untuk melakukannya. Jadi, manfaatkan kemampuan fotografi Anda untuk mengutak-atik teknik fotonya. Meski demikian, penting untuk Anda ingat bahwa memotret dengan menggunakan smartphone sebenarnya juga tidak segampang itu. Dalam arti, Anda bukan hanya sekedar tahu triknya, lalu asal jepret dan pasti jadilah foto yang bagus. Jadi, Anda tetap harus hati-hati ketika mengambil foto.

Jika Anda ingin mendapatkan hasil fotografi yang bagus, maka tidak berlebihan kalau Anda perlu mencurahkan perasaan dan emosi Anda. Sebab, biasanya yang lebih mempengaruhi estetika suatu foto adalah feeling yang tertangkap oleh kamera, sesuai dengan apa yang dirasakan oleh orang yang memotretnya. Ini merupakan sebuah faktor yang terkesan sepele namun sebenarnya menjadi salah satu kunci utama untuk Anda yang ingin menghasilkan jepretan foto optimal. Agar bisa mendapatkan hasil foto yang lebih baik lagi, Anda bisa memperhatikan tips-tipsnya.

 

Tips Hasilkan Foto Bagus dengan Menggunakan Smartphone

Kini waktunya memanfaatkan smartphone Anda sebagai media untuk belajar mengasah skill fotografi Anda. Berawal dari jepretan kamera smartphone, siapa tahu Anda akan menjadi seorang fotografer profesional jika Anda terus mencoba mengembangkan kemampuan Anda. Untuk itu, mari coba simak berbagai tips fotografi smartphone yang baik, seperti berikut ini:

Gunakan Gridline untuk Menyeimbangkan Foto

Salah satu cara yang paling mudah untuk membuat foto Anda terlihat lebih keren yaitu dengan menyalakan fitur gridline kamera pada smartphone. Gridline ini berupa susunan garis yang membentuk kotak-kotak, tiga baris dan tiga kolom, sehingga membagi foto ke dalam sembilan kotak kecil. Inilah yang dinamakan dengan rule of thirds. Jika tampilan foto pada layar Anda terlihat seperti ini, dengan terbagi-bagi menjadi sembilan frame, maka Anda akan lebih mudah menyeimbangkan fotonya. Baik secara vertikal maupun horizontal. Anda jadi bisa menentukan manakah yang menjadi fokus foto, bagaimana keseimbangannya yang tepat, kemudian komposisi tata letaknya.

Menyalakan Fokus Kamera Hp

Kamera hp masa kini biasanya mampu untuk langsung menemukan fokus dari subjek yang akan Anda foto. Namun, tidak semua foto itu berupa subjek yang bisa terlihat jelas ketika dipotret. Jadi, kalau Anda ingin menentukan fokus yang tepat untuk memotret, maka Anda bisa membuka pengaturan kamera dan menyalakan fitur fokusnya. Jika sudah, Anda tinggal menyentuh layar pada bagian subjek yang akan Anda pertajam untuk dijadikan fokus foto Anda. Ini memang paling efektif dilakukan untuk subjek foto yang diam tidak bergerak. Kalau subjeknya bergerak, Anda perlu lebih cermat lagi saat menentukan fokus foto yang ingin diambil.

Fokus pada Satu Subjek Foto Saja

Kebanyakan foto yang bagus itu hanya berfokus kepada satu subjek saja, yang kelihatannya paling menarik. Jadi, sebelum Anda memotret foto pastikan Anda benar-benar mengatur subjek fotonya dengan sangat baik. Tips dari fotografer profesional, mereka mengatakan bahwa foto yang bagus itu tidak dipenuhi subjek di seluruh fotonya. Namun, Anda perlu menyisakan dua per tiga ruang pada foto yang merupakan negative space atau jarak yang lengang di mana tidak terdapat subjek foto tersebut. Justru, inilah yang akan membuat subjek foto Anda jadi terlihat semakin jelas dan memukau. Satu lagi tipsnya yang pro, saat mengedit foto, Anda bisa menggunakan efek yang membuat subjek foto Anda terlihat lebih menonjol, atau potong frame-nya hingga bisa menunjukkan subjeknya dengan detail.

Bermain dengan Negative Space

Anda sudah mengenal negative space seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya. Jadi, kalau Anda ingin mencoba sebuah teknik baru, maka Anda bisa bermain dengan negative space ini. Artinya, alih-alih mementingkan subjek foto yang terlihat jelas memenuhi space foto, Anda justru memotret dari jarak sejauh mungkin, namun masih bisa melihat subjeknya dengan jelas, sehingga terciptalah foto yang terlihat lengang di sekeliling subjek yang tampak lebih kecil, karena difoto dari kejauhan. Contohnya Anda memotret teman Anda yang berdiri di depan tembok batu bata sebuah gedung, sehingga terlihat sosoknya kecil saja, sementara dindingnya memenuhi seluruh space foto sebagai latar belakang. Rasanya, foto yang diambil dengan teknik seperti ini lebih memberikan feeling yang kuat, karena tanpa elemen yang terlalu ramai, keadaan lengang dalam foto tersebut sudah berbicara banyak.

Menemukan Pespektif yang Berbeda

Cara ini bisa Anda lakukan dengan melakukan eksperimen terhadap sudut pengambilan foto. Sebab, untuk memotret Anda tidak harus melakukannya hanya dari depan atau samping saja, kok. Anda sangat boleh mencoba semua sudut yang sekiranya menghasilkan foto bagus dan unik. Contohnya, Anda memotret gedung-gedung pencakar langit di kota dari bawah, sehingga terlihat semua bangunannya menjulang ke langit. Jadi, sepintas seakan langit tersebut yang menjadi latar belakang foto Anda. Contoh lainnya, Anda mengambil foto buku-buku di rak perpustakaan dari atas, jadi orang yang melihat foto tersebut akan merasa seakan fotonya bergerak selayaknya roll kamera pada suatu film, yang menyoroti sebuah setting tempat berupa perpustakaan. Ini seru.

Mencoba Menampilkan Refleksi

Ada feel yang terasa beda jika Anda melihat sebuah foto yang menampilkan refleksi. Refleksi sendiri berarti cerminan, artinya dalam foto tersebut ada sebuah subjek yang terlihat pantulannya baik di cermin, permukaan air atau kaca jendela. Misalnya, foto reflektif seperti ini yang paling biasa kita lihat yakni foto pemandangan alam berupa gunung dengan danau di bawahnya. Danau tersebut menampilkan refleksi gunung yang tinggi menjulang. Foto lainnya berupa lautan yang merefleksikan matahari yang sedang terbenam di cakrawala, terlihat separuh saja dari kejauhan namun jadi tampak utuh karena refleksinya terpantul pada air laut. Masih banyak subjek lainnya yang bisa Anda jadikan foto refleksi.

Memotret Sesuatu yang Berderet atau Berbaris

Jika Anda memperhatikan, pasti Anda pernah melihat sebuah foto dengan salah satu bagian subjek di dalamnya yang lebih menarik perhatian orang ketika melihatnya. Biasanya, subjek tersebut berupa leading lines. Leading lines ini berupa sesuatu yang terlihat berbaris atau berderet dengan rapi, seperti anak tangga, rel kereta api, jalan raya dengan markanya, atau jalur untuk pejalan kaki di hutan. Foto dengan subjek seperti ini terasa lebih “dalam” dan bisa menciptakan perasaan seperti tenggelam saat melihatnya. Seakan Anda menata letak subjek foto Anda sedemikian rupa, padahal Anda menemukannya secara kebetulan tanpa disengaja. Maksudnya, subjek tersebut sudah ada seperti itu sejak awal.

Memotret Subjek Foto Simetris

Simetri dapat diartikan sebagai suatu susunan proporsi dan keseimbangan yang harmonis dan indah. Biasanya, suatu foto yang mengandung simetri di dalamnya itu bisa sangat memanjakan mata yang melihatnya. Ini sekaligus merupakan cara yang paling mudah dan bisa dilakukan siapa saja, namun memberikan efek yang besar dalam pengambilan foto. Kalau Anda ingin mengambil foto simetri, maka Anda bisa memilih suatu objek yang sama-sama terlihat seimbang ketika tertangkap kamera. Misalnya, Anda memotret subjek hanya berupa sepasang kaki kanan dan kiri yang mengenakan celana jeans dengan sepatu Oxford yang stylish, di atas lantai kayu.

Memilih Subjek dengan Susunan Pola Tertentu

Mirip seperti subjek foto yang berderet tadi, Anda bisa mencoba memotret sesuatu yang memiliki sebuah pola tertentu. Biasanya, pola seperti ini berulang dan tertata rapi, sehingga akan menyejukkan mata ketika melihatnya. Banyak subjek foto yang bisa Anda jadikan bahan untuk fotografi Anda. Contoh yang paling mudah untuk ini adalah bangunan apartemen yang terlihat dari luar, hanya kelihatan jendelanya yang berupa kotak-kotak berderet rapi, namun enak sekali dilihat. Anda juga bisa memanfaatkan teknik fotografi ini untuk mengambil foto yang berupa makanan dan minuman. Misalnya, ketika sedang ada pesta dan ada gelas-gelas berisi koktail diletakkan berderet rapi, Anda bisa memotretnya dari atas, sehingga terlihat bulatan-bulatan permukaan gelas dengan isi koktail buah yang tampak manis dan estetis.

Menghindari Zoom In

Jika Anda tertarik untuk mengambil foto sebuah subjek dari kejauhan, rasanya Anda pasti tergoda untuk menerapkan zoom in supaya fotonya terlihat lebih jelas lagi. Inginnya Anda membuat foto itu terlihat lebih spesifik. Namun, sebenarnya akan jauh lebih baik jika Anda tidak melakukan zoom in ini. Sebab, kalau Anda zoom in dengan menggunakan fitur yang ada di kamera, bukan tidak mungkin fotonya jadi terlihat blur, atau pecah menjadi piksel-piksel kecil. Apabila Anda ingin mengambil foto dari kejauhan, Anda lebih baik memotong subjek yang Anda inginkan saja, jika Anda memang menginginkannya. Kalau misalnya memungkinkan, akan lebih baik bila Anda mendekat kepada subjek foto tersebut untuk mendapatkan tangkapan gambar yang lebih jelas.

Bagaimana, tidak sulit, kan, teknik memotret dengan menggunakan smartphone? Jika Anda belum pernah mencobanya, mungkin terasa sulit ketika Anda membayangkannya. Padahal, jika Anda coba terapkan, sebenarnya teknik-teknik tersebut sederhana saja. Anda bisa mempelajarinya hingga menjadi terampil dengan lebih banyak berlatih memotret.

Artikel Terkait

Sponsored

Artikel Terpopuler

Sponsored